4 Fakta Viral Mantan Petugas OVO yang Diduga Melakukan KDRT Terhadap Anak dan Pasangannya

Sebuah Video Yang Menampilkan Kekerasan Terhadap Anak Di Bawah Umur Viral Di Media Sosial – Pembuat video tersebut diketahui merupakan www.theringsideview.com mantan petinggi perusahaan dompet digital Indonesia PT Visionet Internasional (OVO).

Inilah Faktanya:

1. Video KDRT eks OVO viral di media sosial

Video Mantan petugas slot gacor OVO  itu melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) diketahui dari video yang beredar di media sosial liga ciputra 77. Pelaku kekerasan adalah Rajen Indrajana Sofiandi.

Jika dilihat dari Instagram dari akun Instagram @camerapengawas.id, video tersebut berasal dari akun @ikeyyuuuu. Pesan itu mengatakan ada kekerasan dalam rumah tangga antara suami, istri dan anak-anak. Menurut laporan kekerasan yang disampaikan kepada polisi, mereka tidak pernah mendapat jawaban.

4 Fakta Viral Mantan Petugas OVO yang Diduga Melakukan KDRT Terhadap Anak dan Pasangannya

“Kami lampirkan banyak bukti, kami juga menghadirkan saksi-saksi. Tapi kenapa kami masih belum mendapatkan keadilan setelah empat bulan. Apakah Anda tidak memikirkan keadaan jiwa kita?” tulis akun tersebut.

Video tersebut memperlihatkan seorang pria dewasa meninju kepala seorang anak kecil dan menendangnya. Video tersebut diduga diunggah oleh seorang wanita, yang terdengar dari suara yang keluar dari video tersebut.

Anak korban juga mengaku di akhir video hokibet slot bahwa pria paruh baya itu adalah ayahnya sendiri. Pernyataan itu mengatakan keluarga dan anak-anak mereka telah mengajukan pengaduan ke polisi.

Nama Rajen Indrajana Sofiandi muncul dalam pengaduan ke polisi yang terlihat dalam video yang beredar. Pria itu adalah seorang profesional miskin di perusahaan teknologi.

2. Mantan Pengurus OVO

Menanggapi pesan viral yang melibatkan mantan karyawan OVO ini, perusahaan menegaskan bahwa Rajen Indrajana Sofiandi berhenti bekerja untuk OVO setelah 2019. “Kami tegaskan yang bersangkutan tidak bekerja untuk OVO setelah tahun 2019,” tulis OVO pada Selasa (20/12/22) di akun Instagram @ovo_id.

OVO juga mengecam segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun.

3. Rekam Historis Pelaku

Berdasarkan riset Penulis, diketahui Raden Indrajana Sofiandi tidak lagi bekerja untuk OVO. Sebelumnya, beliau bekerja sebagai Risk, Compliance and AML-CFT Specialist di OVO (PT Visionet Internasional) dari Juli 2018 hingga Juli 2019.

Sebelum dan sesudah OVO, lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini tercatat sebagai leader beberapa startup besar.

Saat ini beliau tercatat sebagai Director of Compliance, Risk and Legal TrueMoney Indonesia. Dia dilantik pada Januari 2022 hingga sekarang. Sebelumnya, beliau adalah Spesialis Konsultasi Kepatuhan dan Risiko di Freelance dari September 2021 hingga Januari 2022. Raden Indrajana Sofiandi kemudian menjabat sebagai Chief Risk Officer PT Bank Neo Commerce Tbk dari Juni 2021 hingga Oktober 2021. Juli 2019 hingga Juni 2021 menjadi Head of Business Risk and Compliance di Lazada.

Beliau menjabat sebagai Head of PT MPSI di MoneyGram International dari Agustus 2016 hingga Juni 2018. Beliau kemudian menjadi Regional Head for South East Asia dan Head of Compliance di Commonwealth Bank.

4. Penjelasan oleh Raden Indrajana Sofiandi

Nama pelaku KDRT Raden Indrajana Sofiandi sempat beredar, ia pun ingin angkat bicara soal video yang beredar. Dia membela diri sehubungan dengan video slot online tersebut. Menurutnya, video tersebut memperlihatkan bagaimana keadaan sang ayah yang sibuk menerima laporan karena anaknya bermain video game saat sekolah online.